Sore itu Perayaan Idhul Adha pun telah selesai, ane pun bergegas menuju kota perantauan untuk kembali menuntut ilmu. 4 jam perjalan dari Kab. Pemalang menuju Semarang menembus padatnya arus balik. Pukul 18.30 sampai juga di rumah kontrakan,segera aku taruh barang-barang ku di kamar (kamar ane di lantai 2) tak lama kemudian salah satu teman saya pun sampai. Pandu, temen ane baru datang dari Brebes yang mana merupakan mahasiswa baru semester 1 di mapus ane. Setelah membersihkan kamar dan menata barang-barang yang barusan di bawa , ane pun turun ke bawah menemui Pandu untuk sekedar berbincang masalah OSPEK yang diadakan di kampus. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 24.00 , karena keadaan lelah dari perjalanan jauh dan ngantuk gak bisa di tahan lagi kita berdua pun bergegas ke kamar masing-masing untuk istirahat
Malam itu keadaan cukup panas atau mungkin belum adaptasi sama keadaan di rumah baru ini. Bahkan kipas angin sudah mencapai level maksimum tetapi hanya sedikit mengurangi suhu panas ruangan kamar ane ini. Jam sudah menujukan pukul 01.00 dini hari, ane keluar kamar untuk cek keadaan sekitar karena mata ini yang tadinya ngantuk jadi sulit terpejam. Suasana rumah sangat hening sekali , pos kampling depan rumah pun nampaknya sudah sepi oleh bapak-bapak komplek rumah yang tadinya bermain kartu di depan.Di bawah ane duduk di sofa sambil menyalakan sebatang rokok untuk mengusir sepi dan hening nya pagi ini. Jam menunjukan pukul 02.30, nampaknya Pandu sudah tertidur pulas, dan ane masih tetep terjaga duduk di sofa sambil mainan gadget.
Ditengah asyiknya membaca berita seputar sepakbola, ane dikejutkan oleh suara ketokan seperti palu 3x terdengar dari lantai atas. Ane mencoba untuk tenang dan berfikir positif mungkin itu tikus atau benda jatuh yang terbawa oleh angin. Setelah itu ane bergegas ke kamar mandi yang ada di bawah untuk buang air kecil. Dan.. ketokan itu pun terdengar kembali tepat di atas kamar mandi ini(atas dari kamar mandi yang ada di bawah merupakan kamar mandi di lantai atas) sebanyak 2x walaupun suaranya ada jeda nya. Sontak ane pun sangat kaget dan sedikit takut dan bergegas keluar wc. Sejenak ane kembali untuk menenangkan pikiran , dan berniat untuk kembali ke kamar dan mengecek apa yang terjadi di atas. Sekali lagi waktu ane sedang menuju lantai 2 lewat tangga , suara itu terdengar kembali kali ini suaranya berulang ulang sampai aku lari di lantai 2 dan sedikit berteriak "Woyy..." suara itu pun tak terdengar kembali.
Mata melotot mengawasi ruangan sekita, detak jantung semakin cepat nafas pun tak beraturan, ane cek sekitar ruangan yang ada di lantai 2 ini mulai dari kaamar mandi dan kamar saya. Semua terlihat normal, ane pun sedikit lega dan tenang karena tidak ada apa pun yang terlihat aneh dan barang-barang ane masih terlihat lengkap. Duduk sejenak dan mengambil secangkir air putih untuk menenangkan pikiran dan ane pun kembali ke kamar tidur untuk merebahkan badan. Kejadian tadi tak ane pikirkan lebih jauh karena mata ini dengan tiba-tiba terpejam sendiri saking lelahnya.
Scared Bristle
Kamis, 29 Desember 2016
Rumah Kontrakan Setan "Real Story"
Selamat pagi agan-agan kaskuser pecinta cerita mistis/horror. Lama juga ane jadi silent reader di kaskus ini dan ini merupakan thread pertama ane jadi mohon maaf jika masih acak-acakan dalam menulis dan membuat sebuah thread ini. Terisnpirasi dari cerita horror yang pernah jadi trending topik dikaskus ini , jadi ane juga akan menceritakan pengalaman “REAL” yang saya alami pula seperti cerita-cerita tersebut di sebuah Rumah Kontrakan yang baru saja ane dan teman-teman ane tempati selama 4 bulan ini.
Cukup banyak hal-hal mistis yang tak kasat mata yang ane dan teman- teman ane temui selama mengontrak rumah ini. Cerita yang ane tulis merupakan kisah nyata “Real” yang di alami oleh penghuni kontrakan ini.
INTRO
Ane merupakan mahasiswa Teknik informatika semeseter 3 di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. 5 bulan lalu ane harus pidah kontrakan karena masa sewa sudah habis selama 1 tahun, dan ane putuskan utuk mencari rumah kontrakan yang baru dengan teman yang baru juga yang mana teman tersebut satu kelas jadi lebih mudah untuk sharing maupun belajar mengerjakan project bersama. Butuh waktu 1-4 minggu untuk mendapatkan sebuah rumah yang cocok dengan kantong mahasiswa yang mana harga sebuah rumah untuk di sewakan di daerah kota harga nya lumayan tinggi. Dan akhirnya ane menemukan tempat yang cocok untuk kami tempati selama 1 tahun, ya walaupun jarak lumayan jauh dari kampus sekitar 15 menit karena dapat di daerah pinggir kota.
Menyewa rumah merupakan alternatif untuk mahasiswa karena harga terjangkau dan juga kami bebas berekspresi tanpa sebuah aturan khusus. Total ada 4 orang yang menempati rumah ini termasuk ane dan kami merupakan anak perantauan dari Pemalang, Brebes dan Demak.
Rumah kontrakan yang ane tempati ini bisa di bilang rumah model minimalis hanya mempunyai 1 pintu untama itu pun menggunakan gerbang. Dengan 2 lantai.Lantai satu/bawah ada 3 kamar tidur (tapi hanya 2 yang dipakai yang 1 nya di kosongkan untuk menaruh barang-barang dari penyewa kontrakan tersebut), 1 kamar mandi dan dapur. Sedangkan lantai dua/atas terdiri dari 2 kamar tidur ,ruang keluarga dan 1 kamar mandi. Kesan pertama waktu menyewa rumah ini sangat baik dari yang punya rumah apa lagi sudah disediakan perlengkapan rumah komplit bahkan tv dan ac sekalipun. Mungkin tak terbesit sedikitpun kejanggalan waktu pertama meninjau rumah ini karena rumah ini bangunan baru yang tersusun rapih.
Tetapi....
Hal yang tak terduga pun terjadi....
Cukup banyak hal-hal mistis yang tak kasat mata yang ane dan teman- teman ane temui selama mengontrak rumah ini. Cerita yang ane tulis merupakan kisah nyata “Real” yang di alami oleh penghuni kontrakan ini.
INTRO
Ane merupakan mahasiswa Teknik informatika semeseter 3 di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. 5 bulan lalu ane harus pidah kontrakan karena masa sewa sudah habis selama 1 tahun, dan ane putuskan utuk mencari rumah kontrakan yang baru dengan teman yang baru juga yang mana teman tersebut satu kelas jadi lebih mudah untuk sharing maupun belajar mengerjakan project bersama. Butuh waktu 1-4 minggu untuk mendapatkan sebuah rumah yang cocok dengan kantong mahasiswa yang mana harga sebuah rumah untuk di sewakan di daerah kota harga nya lumayan tinggi. Dan akhirnya ane menemukan tempat yang cocok untuk kami tempati selama 1 tahun, ya walaupun jarak lumayan jauh dari kampus sekitar 15 menit karena dapat di daerah pinggir kota.
Menyewa rumah merupakan alternatif untuk mahasiswa karena harga terjangkau dan juga kami bebas berekspresi tanpa sebuah aturan khusus. Total ada 4 orang yang menempati rumah ini termasuk ane dan kami merupakan anak perantauan dari Pemalang, Brebes dan Demak.
Rumah kontrakan yang ane tempati ini bisa di bilang rumah model minimalis hanya mempunyai 1 pintu untama itu pun menggunakan gerbang. Dengan 2 lantai.Lantai satu/bawah ada 3 kamar tidur (tapi hanya 2 yang dipakai yang 1 nya di kosongkan untuk menaruh barang-barang dari penyewa kontrakan tersebut), 1 kamar mandi dan dapur. Sedangkan lantai dua/atas terdiri dari 2 kamar tidur ,ruang keluarga dan 1 kamar mandi. Kesan pertama waktu menyewa rumah ini sangat baik dari yang punya rumah apa lagi sudah disediakan perlengkapan rumah komplit bahkan tv dan ac sekalipun. Mungkin tak terbesit sedikitpun kejanggalan waktu pertama meninjau rumah ini karena rumah ini bangunan baru yang tersusun rapih.
Tetapi....
Hal yang tak terduga pun terjadi....
Langganan:
Postingan (Atom)